KIM Suara Kranggan Menuju Masyarakat yang Informatif Maju, Sejahtera dan bermoral

Selasa, 19 Juni 2012

LINGKUNGAN HIDUP


Selamatkan Sungai Brantas, Gelar Clean Up
Senin, 07 Mei 2012 - 00:00

Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (KAPAL) Jatim, Sabtu (5/5), menggelar Ekspedisi Laksamana Nala Clean-Up Brantas dan Pengukuhan Kartini Pengabdi Lingkungan di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang dihadiri Gubernur Jatim, Bupati dan Walikota Mojokerto.
Sebanyak 100 tim yang melakukan ekspedisi ini terdiri dari 5.000 masyarakat yang bergabung dari masyarakat dan pelajar lokal dari masing-masing kabupaten/kota Mojokerto. dari pengabdi lingkungan yang berasal dari pemerintah, Satpol PP, dan aktivis lingkungan.
Satrijo Wiweko Pemerhati Lingkungan dari KAPAL Jatim mengatakan, peserta terdiri dari 25 ribu pelajar, pemerintahan dan umum di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Setelah itu akan melakukan iring-iringan atau parade oleh sekitar 50 perahu yang mengangkut sampah hasil pengumpulan sampah itu sekitar 146 meter kubik yang diambil dari kawasan Sungai Brantas.
Walikota Canangkan Bulan Bakti Gotong Royong
Jumat, 04 Mei 2012 - 00:00


Puncak peringatan bulan bhakti gotong royong masyarakat ke-9 dan hari kesatuan gerak PKK ke – 40 diperingati Pemkot mojokerto di Lapangan Asrama Korem 082/CPYJ Mojokerto, Jum’at (4/5). 
Dalam upacara yang dipimpin oleh Walikota Mojokerto Ir. H. Abdul Gani Soehartono, MM ini, Walikota mengatakan kegiatan gotong royong di masyarakat, akhir-akhir ini memang dirasakan agak kendor semangatnya. “Untuk itu, upaya–upaya dalam menggerakkan semangat ke gotong-royongan dari masyarakat, perlu terus ditingkatkan,” katanya. 
Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan dan perbaikan perekonomian masyarakat, kata Walikota, adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, namun membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. “Untuk itu saya mengharapkan bantuan dari para tokoh masyarakat, baik dari unsur LPM, PKK, RT, RW, maupun karang taruna, untuk dapat menjadi motor penggerak gotong royong di masyarakat serta dapat memfasilitasi kegiatan gotong royong di masing–masing kelurahan.
PELATIHAN PEMBUATAN COMPOSTER
Kamis, 10 Mei 2012 - 00:00

Pelatihan pembuatan komposter diadakan pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2012 di Aula Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto yang diikuti oleh 120 orang peserta dari Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Wates Kota Mojokerto. Para peserta kali ini adalah merupakan Rukun Warga (RW) binaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto.

Hadir sebagai pemateri adalah Drs. H. Satrijo Wiweko, MT. yang merupakan Direktur LSM “Sahabat Lingkungan”. Adapun kegiatan ini adalah merupakan salah satu program kerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Mojokerto dalam meningkatkan peran serta masyarakat untuk turut serta dalam menjaga dan melesatrikan kebersihan dan keindahan Kota Mojokerto.
Lanjut Usia Peduli Membangun Harmoni Tiga Generasi
Jumat, 15 Juni 2012 - 10:10


Lanjut usia peduli membangun harmoni tiga generasi. Inilah tema peringatan Hari Lansia ke-16 Tahun 2012. Peringatan hari lansia digelar oleh Dinas Sosial Kota Mojokerto yang dikemas dalam sebuah acara resepsi bertempat di Gedung S. Ramelan, Kamis (14/6).
Kepala Dinas Sosial Sutomo, mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan harapan dan semangat hidup para lansia, serta untuk mengurangi beban penderitaan lansia.
Resepsi ini dihadiri sebanyak 700 orang terdiri dari Karang Werdha se kota Mojokerto, LVRI, Yayasan Grontologi, Kepala SKPD, dan dibuka oleh Walikota Mojokerto.
PENDIDIKAN


Bangkitnya Generasi Emas Indonesia
Rabu, 02 Mei 2012 - 00:00

Bidang kebudayaan telah kembali ke "rumah besar" pendidikan setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 91 tahun 2011, tentang pembentukan dan organisasi kementerian negara. Demikian disampaian oleh Walikota Mojokerto Ir. H. Abdul Gani Soehartono, MM ketika membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di halaman kantor Pemkot, Senin (2/5).
Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. "Ibarat dua keping mata uang, yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya," katanya.
Iklim Tak Menentu, Antisipasi Penyakit DBD
Senin, 14 Mei 2012 - 14:13

Penyakit Demam Berdarah (DBD) menjadi peringatan bagi setiap orang,terutama pada musim hujan ke musim panas ataupun musim pancaroba seperti sekarang ini.
Demam berdarah merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh serangan virus dengue. Virus ini masuk ke dalam aliran darah manusia dengan cara gigitan oleh nyamuk yang termasuk ke dalam genus aedes. Contoh nyamuk yang masuk ke dalam genus ini adalah Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit demam berdarah ini banyak berjangkit di daerah beriklim tropis dan sub tropis seperti di Indonesia. Trend Kasus demam berdarah seringkali meningkat di musim hujan dan lembab.
Menurut Badah Kesehatan Dunia (WHO) di dunia setiap tahunnya terdapat sekitar 500-100 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Ny. Dra. Ch Indah WW.Apt.Msi mengatakan terkait dengan cuaca yang melanda di Kota Mojokerto yang tidak menentu, maka warga harus selalu mewaspadai berbagai penyakit yang akan bermunculan salah satunya adalah DBD. Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan antara lain dengan menguras bak mandi atau penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu, mengganti atau menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali, menutup
PEMERINTAHAN


WTN, Kado Hari Jadi Kota Mojokerto ke-94
Selasa, 29 Mei 2012 - 00:00

Hari Jadi Kota Mojokerto ke-94 pada tanggal 20 Juni 2012, kini mendapat kado ulang tahun Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu Lintas tahun 2011 Kota Sedang. Yang diterima Walikota Mojokerto Ir. H. Abdul Gani Soehartono, MM.,  Selasa (29/5), yang didampingi Kepala Dishubkominfo Kota Mojokerto di Jakarta yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, E.E.Mangindaan, SE. Dari tahun 2004 Kota Mojokerto meraih plakat WTN dan tahun 2005 sampai tahun 2011 mendapat piala WTN.
Walikota Mojokerto, Ir. H. Abdul Gani Soehartono, MM., mengatakan, “dengan keberhasilan Kota Mojokerto meraih Piala WTN berturut-turut ini berkat kerja sama dan partisipasi masyarakat Kota Mojokerto yang taat tertib lalu lintasnya. Sehingga tercipta Kota Mojokerto aman, tertib, dan taat dengan peraturan lalu lintas serta mentaati rambu-rambu lalu lintas yang ada. Sehingga untuk kedepannya Piala WTN tetap diraihnya.”
Walaupun Kota Mojokerto yang memiliki luas wilayah administrasi 16, 47 Km2, dengan jumlah penduduk lebih dari 116 ribu jiwa yang terbagi 2 wilayah kecamatan, banyak prestasi yang diraih. Kepala Dishubkominfo, Drs. Endri Agus Subianto mengatakan, “Penilaian WTN ada dua tahapan. Yang pertama oleh tim tingkat propinsi dan tahapan ke dua oleh tim pusat. Penilaian meliputi, pembangunan dalam peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat di bidang transportasi dengan melakukan pengecatan marka jalan yang pudar sepanjang 29.552 meter dan melakukan pengecatan kanstin di jalan Gajah Mada, jalan Pahlawan, serta di beberapa simpang jalan.”
“Demi keselamatan pejalan kaki, ini juga dilakukan rehabilitas fasilitas pejalan kaki di jalan Cokroaminoto, sepanjang 500 meter dan di jalan Empunala. Tidak hanya itu saja, untuk menciptakan tertib lalu lintas dan rawan kecelakaan kita lakukan pemasangan dua unit traffic light di simpang Pahlawan-Tropodo dan di jalan Raya Ijen,” tambahnya.

Kabid lalu lintas, Gaguk Tri Prasetyo, ATD., MM., menambahkan, “Untuk menciptakan Kota Mojokerto tertib berlalu lintas, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Dengan cara pembinaan pelajar pelopor lalu lintas tingkat SMA, sosialisasi peraturan lalu lintas kepada masyarakat dan pengemudi angkutan, penertiban pelanggaran lalu lintas secara terpadu bekerja sama dengan Polres Mojokerto Kota, serta dialog interaktif bersama masyarakat dan pembinaan para jukir Kota Mojokerto.”