KIM Suara Kranggan Menuju Masyarakat yang Informatif Maju, Sejahtera dan bermoral

Selasa, 26 Mei 2015

Disperindag Sidak Beras Sintetis


Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) beras sintetis, 
Dari 7 lokasi yang didatangi team Disperindag Kota Mojokerto, ternyata tidak ditemukan adanya beras sintetis. Lokasi yang disidak diantaranya, pasar Tanjunganyar, Carefour dan pasar Prajurit Kulon.

Hendro Cahyono - Kabid Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto  Sabtu (23/05/2015) mengatakan, di setiap pedagang beras di cek untuk memastikan beras yang dijual beras asli atau beras palsu.

”Tapi hasilnya semua beras yang dijual pedagang dan di supermarket beras asli”, kata Hendro.

Masih kata Hendro, Disperindag melalui petugas yang tersebar di lapangan terus melakukan pemantauan dan pengawasan. ”Kalau nanti diketahui ada beras sintetis atau beras palsu langsung ditindaklanjuti”, tegasnya.

Pedagang : Kami Resah Adanya Isu Beras Sintetis



Beredarnya isu beras sintetis membuat pedagang di pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto resah. Meski mereka mengaku hanya tahu dari televise, namun mereka khawatir akan berpengaruh pada angka penjualan.

Solikhah - salah satu pedagang  mengatakan, akhir-akhir ini berita soal beredarnya beras sintesis sangat ramai diperbincangkan. Sehingga dikhawatirkan omset penjualannya akan menurun, karena konsumen akan pilih-pilih dalam membeli beras.

“Kebanyakan pedagang di Mojokerto kulakan beras langsung dari pabrik local. Sehingga memastikan beras yang dijual asli”, kata Solikhah.

Meski demikian, Sholikhah masih khawatir, karena berita soal beras plastik memang sangat marak.

“Meski saya jual beras asli, tapi terus terang saya khawatir. Karena pasti masyarakat was-was adanya kabar beras sintetis. Adanya kabar itu membuat penjualan menjadi berkurang”, ucapnya.

Senin, 11 Mei 2015

Tak Ada Landasan Hukum Untuk Tutup Wisma Balongcangkring



”Dalam surat keputusan (SK) bersama, disebutkan Yayasan Mojopahit bukan lokalisasi. Didalam berbagai surat penguat lainnya juga tidak ada yang menyebut Yayasan Mojopahit adalah lokalisasi.

Indonesia Darurat Prostitusi




"Sejak Februari kita sudah nyatakan darurat pornografi, prostitusi salah satunya," kata Khofifah “Dalam prostitusi terdapat masalah perbudakan, kriminalitas, eksploitasi dan perdagangan manusia,”tambahnya.

Khofifah juga mengatakan, prostitusi terjadi bukan karena masalah ekonomi semata. ”Gaya hidup juga menjadi faktor utama munculnya prostitusi,” kata Khofifah lagi.

Seperti diberitakan, Jumat (8/5/2015) malam, Polres Jakarta Selatan berhasil mengungkap praktik prostitusi yang melibatkan seorang artis berinisial AA. Dalam sekali kencan, AA mematok tarif antara Rp 20 hingga Rp 200 juta.

Jumat, 24 April 2015

Razia Gepeng dan Anjal Dinilai Tak Efektif


Rabu, 22 April 2015

Suzuki APV vs Trailer, Tiga Tewas



Bagian depan Suzuki APV warna putih nopol R 1769 PH ringsek, sedangkan trailer yang dikemudikan Jito Harsono warga Kecamatan Gemeran, Kabupaten Madiun itu terguling dan menabrak pagar pabrik pembuatan Gazebo.
Tabrakan maut itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Dari keterangan yang utarakan Jito, laju mobil korban terlalu kekanan dan menyebabkan kedua bibir kendaraan saling bertabrakan. "Saya dari arah Surabaya, karena angkutan berat saya cuma melaju kecepatan 35-40 KM, sedangkan mobilnya (Suzuki APV) sangat kencang," jelasnya.
Sampai sejauh ini, korban yang berhasil diketahui identitasnya, Asman (61) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Ketiga jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (

Pengemis Bisu Coba Membunuh Anaknya Yang Masih Berusia 7 Bulan



 Seorang pengemis mencoba menjatuhkan anaknya yang masih berusia 7 bulan dari atas tower, tepatnya di perempatan Sekarsari atau tepatnya timur pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Senin petang (20/04/2015).
Sang ibu diduga frustasi setelah bertengkar dengan pengemis lain, gara-gara hanya berebut wilayah. Namun beruntung, dalam aksi nekad tersebut berhasil digagalkan oleh anggota Polisi yang sedang patroli.
Adalah Briptu Andi - anggota Sabhara Polres Mojokerto Kota kepada  mengatakan, sekitar pukul 17.00 WIB, ada sang ibu yang menderita tunawicara. Ibu tersebut pengemis pendatang baru. Sehingga saat ia mangkal di perempatan, pengemis lain tidak terima dan terjadilah pertengkaran.
“Sang ibu kemudian menangis dan memanjat tower 200 meter. Dan berencana menjatuhkan anaknya. Tapi untungnya kami bisa merebut anaknya dan bisa di selamatkan”, kata Anggota Sabhara sambil menggendong balita tersebut.
Setelah aksi tersebut berhasil digagalkan polisi, pengemis bisu dan anaknya langsung dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota. (and)