KIM Suara Kranggan Menuju Masyarakat yang Informatif Maju, Sejahtera dan bermoral

Senin, 08 Desember 2014

Sekolah-sekolah di Kota Mojokerto tetap jalankan K13



Meski Menteri Pendidikan – Anis Baswedan secara resmi berhentikan pelaksanaan Kurikulum 2013, namun nampaknya Dinas Pendidikan Kota Mojokerto justru meminta agar sekolah-sekolah di seputaran Kota Onde-onde ini tetap menjalankan Kurikulum 2013 (K-13).

Djasmani - Kabid SMP/SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Senin (08/12/2014) mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat dan hasilnya, tetap meminta agar sekolah di Kota Mojokerto tetap melaksanakan K13.

Pihaknya juga akan secepatnya ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menyampaikan permohonan izin tersebut. Sebab Kota Mojokerto merupakan kota kecil, sehingga lebih mudahdi tangani. Pihaknya juga optimistis, kalau permasalahan-permasalahan K13 bisa diselesaikan.

"Buku K13 untuk semester genap nanti, sampai sekarang memang ada yang belum datang tapi sudah dipesan. Sehingga jika kembali ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, bagaimana dengan pengadaan buku tersebut karena untuk penggadaan buku itu tidak gampang," katanya.

Senin, 01 Desember 2014

HIV/AIDS Bunuh 112 Warga Kota Mojokerto, Lokalisasi Biang Keroknya

  Data mengejutkan keluar dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, selama 12 tahun terakhir, terhitung dari tahun 2002 sampai 2014 ini ada 458 orang dinyatakan positif mengidap virus mematikan tersebut, bahkan 112 diantaranya telah meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Cristiana Indah W mengatakan 88 persen ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) disebabkan seringnya berhubungan intim dengan pekerja seks komersial (PSK) di lokalisai Balong Cangkring (BC) Kota Mojokerto. "Secara komulatif sejak tahun 2002 sampai saat ini sudah ada 112 ODHA yang meninggal dunia, grafiknya naik turun tiap tahun tapi melihat tingginya angka yang terjangkit menjadi perhatian tersendiri," katanya.

Kata Indah, jumlah kematian paling banyak terjadi tahun 2009 dengan 20 korban, sedangkan tahun ini menurun yakni 5 ODHA tewas. Indah menjelaskan, Lokalisasi BC menjadi sumber tersebarnya virus mematikan itu. Pasalnya, dari catatan yang dimiliki, 215 diantaranya berjenis kelamin laki-laki yang menjadi pelanggan di lokalisasi BC. disusul dengan penggunaan jarum suntik yang dipakai secara bergantian.

Usia produktif menjadi yang paling rawan, yakni diusia 25-49 tahun. Pasalnya, usia seperti itu masih dalam puncak masa-masa kenakalan. "Pelanggan lokalisai dan pengguna jarum suntik paling banyak usia segitu," imbuhnya. Untuk itu, Indah meminta pada semua pihak ikut berperan aktif dalam memerangi penyebarannya dengan cara memberi pemahaman atau membuat seminar-seminar bertema bahaya HIV/AIDS. "Meski demikian, warga yang sudah terjangkit tidak boleh dijauhi karena virus tersbebut tidak akan menular hanya dengan sentuhan," pungkasnya.

Penderita HIV/AIDS Baru Ditemukan Di Kota Mojokerto.

Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, Masyarakat dan HiV dan AIDS Dalam Rangka Perlindungan HAM”

Mojokerto ternyata terus bertambah. Sepanjang tahun 2014 ini saja, Dinas Kesehatan telah menemukan 75 penderita HIV baru, dan 5 ODHA (orang dengan HIV/AIDS) meninggal dunia.

Christiana Indah Wahyu, Kepala Dinas Kesejatan kota Mojokerto mengatakan, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Mojokerto sejak tahun 2002 hingga saat ini, mencapai 458 kasus. ”Dari 458 pengidap HIV/AIDS, 333 orang berasal dari luar Kota Mojokerto. Sedangkan dari Kota Mojokerto berjumlah 125 orang, “ jelas Indah saat berbicara dalam seminar sehari memperingati Hari Aids Sedunia 2014 di RM Jimbarann Jl Bypass Kota Mojokerto(Senin, 01/12/2014).

Dalam seminaryang bertema "Cegah dan Lindungi Diri, Keluarga, Masyarakat dan HiV dan AIDS Dalam Rangka Perlindungan HAM” ini, Indah juga mengungkapkan, jumlah ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di kota Mojokerto yang meninggal dunia sebanyak 112 orang. Selain itu, Tercatat kalau 73 orang pengidap HIV/AIDS diketahui berlatar belakang WTS, 43 orang waria, 125 orang pelanggan PSK, 15 orang napi, 14 kasus penularan dari Ibu ke anak, serta sebanyak 76 penderita, tercatat sebagai ibu rumah tangga. Sementara yang harus mendapat perhatian adalah, tren peningkatan pengidap HIV/AIDS terjadi pada kalangan usia produktif.

Seperti diketahui, HIV atau Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. Kasus HIV sejak lama telah menjadi perhatian global, dan tanggal 1 Desember ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia. (fan/net)

Batikku Batikmu, Wujud Pemberdayaan Ekonomi Lokal Kota Mojokerto



Batikku batikmu Fashion Parade 2014 digelar Minggu dan dibuka oleh Walikota Mojokerto. Acara tahunan pariwisata Kota Mojokerto ini diselenggarakan oleh Ikatan Gus dan Yuk Kota Mojokerto bekerja sama dengan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Mojokerto.

Sebanyak 220 peserta berlenggak-lenggok memperagakan batik kreasinya disaksikan Walikota, Kapolres Mojokerto Kota, Kepala SKPD, Camat dan Lurah serta masyarakat Kota Mojokerto. Start di depan rumah dinas Walikota, para peserta berjalan di atas catwalk red carpet 800 meter di sepanjang jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto. Tidak hanya berasal dari Kota Mojokerto saja, tapi peserta juga berasal dari Kabupaten Mojokerto, Jombang, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Kediri, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya dan Malang.

Peserta dibagi menjadi 2 kategori, yaitu anak-anak dan remaja / dewasa. Jenis busana yang diperagakan meliputi 4 kategori, yaitu busana batik pesta glamour, batik muslim glamour, batik muslim hijab dan batik carnival. Masing-masing busana terbaik pilihan dewan juri pada setiap kategori berhak mendapatkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Walikota Mojokerto.

“Kegiatan ini merupakan bukti dari rasa bangga kita pada batik khas Kota Mojokerto sekaligus sebagai upaya sebagai pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa,” jelas Siti Amsah Mas’ud Yunus, Ketua panitia yang juga sebagai Pembina Ikatan Gus dan Yuk Kota Mojokerto. Acara ini, lanjut Siti Amsah, diharapkan dapat memberikan hiburan masyarakat yang sarat akan nilai pendidikan, budaya dan pariwisata khas Kota Mojokerto.

Semua kreasi yang ditampilkan dalam fashion parade ini wajib menggunakan bahan batik dari perajin Kota Mojokerto. “Oleh karena itu tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan rasa bangga dan kecintaan pada produk batik khas kota Mojokerto. Selain itu juga dapat menumbuhkan kreatifitas dan seni melalui kreasi busana batik,” terangnya.

Kota Mojokerto yang terbatas sumber daya alam akan terus berupaya untuk mewujudkan sebagai kota pelayanan yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. “Termasuk kegiatan ini digelar, untuk meningkatkan peran serta industri batik lokal. Dengan harapan para perajin batik akan terus berkembang sekaligus kita semua dapat mencintai produk warisan budaya bangsa,” jelas Walikota dalam sambutannya.

Walikota berharap, memasuki Masyarakat Ekonomi Asean yang akan datang, warga masyarakat Kota Mojokerto tidak hanya menjadi konsumen tapi juga harus lebih dari itu yaitu menjadi produsen. “Oleh karena itulah, upaya-upaya memberdayakan ekonomi lokal akan terus kita lakukan dan mudah-mudahan acara batikku batikmu akan terus kita kembangkan untuk masa yang akan datang menjadi ikon budaya pariwisata di Kota Mojokerto,” harap Walikota.

Di hari pertama Operasi Zebra, Ratusan Pengendara Kena Tilang



Di hari pertama Operasi Zebra, Ratusan Pengendara Kena Tilang
Ratusan pengendara sepeda motor ditilang di hari pertama Operasi zebra. Mereka ditilang di Alun-alun Mojokerto Rabu pagi (26/11/2014).

AKP Triyanto - Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota mengatakan, dari hasil operasi kendaraan, berhasil menyita 104 STNK, 4 SIM dan 10 sepeda motor yang menggunakan ban tidak standart. ”Para pelanggar paling banyak tidak memiliki SIM”, kata AKP Triyanto.

Menurutnya, operasi zebra 2014 ini digelar selama 14 hari berturut-turut, mulai hari Rabu (26/11/2014) sampai (09/12/2014). Dan diprioritaskan untuk kelengkapan yang memicu kecelakaan seperti tidak memakai helm

Kata kasat lantas, operasi ini dilakukan dengan 2 cara, yakni situasioner dan hunting sistem. ”Situasioner dengan cara berdiam disuatu tempat dikeramaian. Sedangkan untuk hunting sistem, polisi berpatroli keliling kota untuk mencari pengendara yang melanggar”, katanya.

Siap-siap Operasi kendaraan mulai di gelar 26 November 2014


Siap-siap Operasi kendaraan mulai di gelar 26 November 2014

MAJA mojokerto | Mulai hari Rabu besok (26/11/2014) di gelar operasi Zebra, yakni razia kendaraan selama 14 hari berturut-turut yang juga digelar serentak se-Indonesia.

AKP Triyanto – Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, Selasa (25/11/2014) mengatakan, seluruh kelengkapan berkendara seperti STNK, SIM, helm, spion serta ban yang tidak standart akan diperiksa. Ini untuk mengantisipasi tindak kriminal curat, curas dan curanmor. Para pelanggar akan langsung ditilang ditempat.

Sementara, AKP Asep Kurniawan – Kasat Lantas Polres Mojokerto juga mengatakan, selain mencegah tindak kriminal, operasi zebra nantinya untuk menindaklanjuti kecelakaan yang terjadi di jembatan Suramadu, Sidoarjo dan Trowulan beberapa waktu lalu. Pasalnya kecelakaan itu didominasi human error.

”Rencananya razia tersebut digelar 3 kali sehari, mulai pagi, sore hingga malam hari. Dengan titik operasi yang masih belum ditentukan”, katanya.

Minggu, 31 Agustus 2014

Temu Wicara KIM Jatim 2014

Pengukuhan Forum Komunikasi KIM JATIM Masa bakti 2014-201

Temu Wicara KIM Jatim 2014

1. Pelantikan Pengurus Forum KIM Jatim periode 2014 - 2016
2. Pemaparan Sinergitas KIM dengan TC
3. Pemaparan Program Kerja Forum KIM Jatim periode 2014-2016

26 Agustus 2014, Dinas Kominfo Prov. Jatim · Diperbarui pada hari Jumat · Diambil di Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur



Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Propinsi Jawa Timur masa bakti tahun 2014-2016 dikukuhkan oleh Drs. Mardijono, M.Si selaku Kabid. Pemberdayaan TIK Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur. DiAula Dinas Kominfo Jatim, Selasa (26/8/2014). Hadir dalam pengukuhan ini Dra. Isrowi Farida, M.Si selaku Kabid. Jaringan Komunikasi, Ir. Djoko Purwono, M.T selaku Kabid. Pengembangan TI Dinas Kominfo Jatim, 38 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Kab/ Kota yang membidangi Kominfo se-Jatim serta anggota KIM se-Jatim sebanyak 38 orang.
Drs. Mardijono, M.Si dalam membacakan sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timut mengatakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam upaya penyerapan dan penyebaran informasi, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia merupakan masyarakat sadar informasi yang diharapkan dapat berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya antara masyarakat dan pemerintah (bottom up).
KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfataan untuk menopang aktivitas mereka.
Tujuan pengukuhan Forum Komunikasi KIM Jatim ini dikatakannya sebagai Wadah bersama antar KIM se-Jawa Timur, yang bertujuan untuk memudahkan Komunikasi dan Koordinasi serta menjalin Kemitraan dalam upaya serap, olah dan sebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua FK-KIM Propinsi Jawa Timur masa bakti 2014-2016 adalah Sri Hartono, dengan Wakil Ketua yaitu M. Nanang Rois, Sekretaris yaitu Endra Yuafanedi, WK. Sekretaris, Agus Yunani, Bendahara, Novi Dinda, WK Bendahara, Dedi Farid, Koordinator Bid. Komunikasi dan Koordinasi, Mujiono, Koordinator Bid. Pendampingan Pengembangan KIM, Suyanto, Koordinator Bid. Kelembagaan KIM, Ednrik Supria, dan anggota FK-KIM Jawa Timur adalah semua anggota KIM se-Jawa Timur.