KIM Suara Kranggan Menuju Masyarakat yang Informatif Maju, Sejahtera dan bermoral

Minggu, 31 Agustus 2014

Temu Wicara KIM Jatim 2014

Pengukuhan Forum Komunikasi KIM JATIM Masa bakti 2014-201

Temu Wicara KIM Jatim 2014

1. Pelantikan Pengurus Forum KIM Jatim periode 2014 - 2016
2. Pemaparan Sinergitas KIM dengan TC
3. Pemaparan Program Kerja Forum KIM Jatim periode 2014-2016

26 Agustus 2014, Dinas Kominfo Prov. Jatim · Diperbarui pada hari Jumat · Diambil di Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur



Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Propinsi Jawa Timur masa bakti tahun 2014-2016 dikukuhkan oleh Drs. Mardijono, M.Si selaku Kabid. Pemberdayaan TIK Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur. DiAula Dinas Kominfo Jatim, Selasa (26/8/2014). Hadir dalam pengukuhan ini Dra. Isrowi Farida, M.Si selaku Kabid. Jaringan Komunikasi, Ir. Djoko Purwono, M.T selaku Kabid. Pengembangan TI Dinas Kominfo Jatim, 38 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Kab/ Kota yang membidangi Kominfo se-Jatim serta anggota KIM se-Jatim sebanyak 38 orang.
Drs. Mardijono, M.Si dalam membacakan sambutan dari Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timut mengatakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam upaya penyerapan dan penyebaran informasi, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia merupakan masyarakat sadar informasi yang diharapkan dapat berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya antara masyarakat dan pemerintah (bottom up).
KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfataan untuk menopang aktivitas mereka.
Tujuan pengukuhan Forum Komunikasi KIM Jatim ini dikatakannya sebagai Wadah bersama antar KIM se-Jawa Timur, yang bertujuan untuk memudahkan Komunikasi dan Koordinasi serta menjalin Kemitraan dalam upaya serap, olah dan sebar informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua FK-KIM Propinsi Jawa Timur masa bakti 2014-2016 adalah Sri Hartono, dengan Wakil Ketua yaitu M. Nanang Rois, Sekretaris yaitu Endra Yuafanedi, WK. Sekretaris, Agus Yunani, Bendahara, Novi Dinda, WK Bendahara, Dedi Farid, Koordinator Bid. Komunikasi dan Koordinasi, Mujiono, Koordinator Bid. Pendampingan Pengembangan KIM, Suyanto, Koordinator Bid. Kelembagaan KIM, Ednrik Supria, dan anggota FK-KIM Jawa Timur adalah semua anggota KIM se-Jawa Timur. 

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA KIM KOTA MOJOKERTO

SOSIALISASI BPJS UNTUK ANGGOTA KIM SEKOTA MOJOKERTO






 PENTINGNYA PENGETAHUANA TENTANG BPJS 

BAGI ANGGOTA KIM 

Masih minimnya wawasan tentang  pengetahuan tentang BPJS itu sendiri.dimana tahapan awal penerimaan BPJS hanya merupakan bentuk pengalihan dari layanan sebelumnya (askes dan Jamsostek red) menuju kearah BPJS.Dalam hal ini prioritas BPJS di awal merupakan bentuk pengalihan pelayanan dari  peserta lama menuju pelayanan baru.hal yang kita bisa simpulkan bahwa dalam proses awal ini lembaga BPJS masih dalam proses menyiapkan fasilitas pelayanan dan belum terfokus pada  pemberian keterangan pada masyarakat.dengan penelitian ini kita dapat membantu masyakat untuk memahami mengenai BPJS itu sendiri.

   



Rabu, 13 Agustus 2014

Walikota Tinjau Kegiatan Padat Karya Infrastuktur

Walikota Tinjau Kegiatan Padat Karya Infrastuktur 


Walikota Mas’ud Yunus meninjau ke lapangan kegiatan padat karya infrastuktur, Kamis (24/7) di wilayah Kelurahan Meri dan Kranggan.
 Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mojokerto Amin Wachid, Camat dan Lurah setempat, Walikota melihat pavingisasi jalan kampung di Lingkungan Pekayon Baru RT. 04 RW.01 Kelurahan Kranggan Kecamatan Prajuritkulon dan lingkungan Perum Griya Permata Meri Blok B1-B2 dan Blok B2-B3 Kelurahan Meri Kecamatan Magersari. “Volume nya 490m3  x 2 Kelurahan. Sedangkan penyerapan tenaga kerja yaitu 88 orang di dua Kelurahan,” kata Amin.
 Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkot Mojokerto dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. “Tujuannya untuk memberikan kesempatan kerja bagi penganggur dan setengah penganggur,” jelas Amin Wachid.
 Lebih lanjut dikatakan Amin, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sarana jalan kampung dalam rangka memperlancar transportasi dan akses ekonomi warga demi menunjang terwujudnya Mojokerto sebagai service city.
Sementara itu dikatakan Walikota Mas’ud Yunus, untuk menjadikan kota Mojokerto sebagai service city, harus didukung tiga keunggulan, yaitu keunggulan SDM, keunggulan produk jasa dan layanan, serta keunggulan infrastruktur sarana dan prasarana. “Kota Mojokerto adalah kota kecil, dan lahan terbatas lahan, tapi bisa didesain minimalis,” katanya.
Dengan kegiatan ini pula diharapkan Mas’ud bisa bermanfaat untuk meningkatkan sarana dan prasarana jalan kampung di lingkungan Pekayon dan Meri, sehingga dapat memperlancar transportasi dan akses masyarakat.
 “Karena kota Mojokerto secara geografis berada di wilayah gerbangkertasusila dan penyangga kota surabaya, untuk menangkap luberan pertumbuhan ekonomi kota Surabaya ke kota Mojokerto, dan untuk memasukkan luberan tersebut maka harus men-setting kota Mojokerto sebagai kota pelayanan,” paparnya.
 “Kegiatan ini juga dapat membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi pengangguran,” pungkasnya.  (Rr - Humas)


 

Minggu, 15 Juni 2014

WORKSHOP TELECENTER

WORKSHOP TELECENTER

Workshop Telecenter
Kamis, 22 Mei 2014 di Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Jawa Timur
Jl. Achmad Yani 242 – 24




TELECENTER
Telecenter merupakan suatu fasilitas warga dimana mereka dapat berinteraksi, belajar, bekerja dan bermain dengan memanfaatkan komputer, internet dan berbagai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) lainnya. Suku kata "Tele" yang berasal dari telekomunikasi memungkinkan warga berinteraksi, belajar, bekerja dan bermain dengan pihak di luar daerahnya, bahkan dengan pihak internasional. Walaupun berbeda-beda bentuknya, telecenter mempunyai karakteristik khusus yaitu mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti membantu kegiatan peningkatan kesehatan, pendidikan dan ekonomi; meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara, berdemokrasi dan pembangunan; meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berorganisasi dan melakukan usaha; meningkatkan peran serta pemuda/i dan perempuan; mengurangi keterisolasian; mengurangi kesenjangan digital; dsb.

Sekilas Sejarah Telecenter
pertama kali adanya telecenter di daerah babelan – jogja
setelah berkembang membuka kembali dan yang sampai pembukaan
ke 5 jatim pertama di lumajang lereng gn semeru telecenter pasir jambe
dan madiun muneng “telecenter muneng”
dan di daerah sumenep 2 : Ds.kangean kab.sumenep , kec. tlanakan kab. pamekasan
INFO !!!
Kini telah hadir TELECENTER PALAPA di Kota Mojokerto…
media pemanfaatan warga … yang bertempat di Terminal Kertajaya Kota mojokerto..
PROMO!!!
GRATIS Selama Masa Promo buruan Kunjungi Telecenter Kota Mojokerto
dapatkan berbagai Bonus yang dapat membawa perubahan dalam kita..
AYO GEMAR MENGGUNAKAN INTERNET!!!

Kamis, 13 Februari 2014

Tragedi Korban Cukrik, Pemkot Gelar Rakor


Sebagai bentuk keprihatinan dan tanggung jawab Pemerintah Kota Mojokerto terhadap kondisi di kota Mojokerto terkait dengan kejadian korban miras cukrik pada malam tahun baru, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menggelar rakor penanggulangan narkoba, Kamis,(9/1) di Ruang Nusantara.


Dibuka oleh Walikota Mojokerto, acara ini dihadiri Kapolresta, Sekdakot, Kepala SKPD, Camat, Lurah, Satgas anti narkoba, jajaran Dinkes, Badan Narkotika Kota Mojokerto, tokoh masyarakat, RW, dengan Narasumber Kasat Narkoba Polres Mojokerto Kota AKP Djamin, SH dan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Indah mengatakan Jumlah korban miras cukrik asal Kota Mojokerto ada 17 Orang, Meninggal 10 Orang, dan Luar kota 12 Orang, Meninggal 7 Orang. “Diharapkan kepada peserta rakor dapat melaksanakan diseminasi informasi tentang bahaya narkoba dan miras pada masyarakat yang ada di wilayahnya.


Senada dengan Indah, Kapolresta Mojokerto AKBP. Wiji Suwartini mengungkapkan keprihatinannya terhadap kota Mojokerto yang bervisi maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral ini. “Ini terjadi bukan hanya kewenangan satu pihak seperti Polisi saja, tapi ini butuh kerjasama semua baik dari Pemda dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.


Lebih lanjut dikatakannya, kepada masyarakat terutama yang hadir ini, bila menemukan penjual atau korban miras atau narkoba segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Polresta. Miras ini biasa dikonsumsi masyarakat kelas bawah, karena harganya yang terjangkau.


Wiji juga melaporkan dari pantauan pihaknya di lapangan tepatnya di depan pentas lumba-lumba Benteng Pancasila, ditemukan miras yang dijual dalam bentuk kantong plastik kecil dengan harga murah (Rp. 5 ribu/kantong) yang terjangkau masyarakat, dan kebanyakan pembelinya anak usia sekolah. Miras tersebut diperjualbelikan dalam bentuk menarik yang sudah dicampur dengan minuman seperti marimas beraneka rasa dan warna.


Dalam kesempatan ini Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus juga menyampaikan keprihatinannya terhadap tragedi moral di awal tahun 2014 di kota Mojokerto ini. “Peristiwa korban miras ini di luar dugaan karena semula kota Mojokerto konsen untuk perayaaan natal dan tahun baru, namun di sisi lain terjadi sesuatu yang tidak diduga dengan kejadian miras cukrik yang menyebabkan korban meninggal ini,” katanya.


Dari empat indikator keberhasilan Program Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan (PKMBP), yang belum bisa dicapai adalah menurunnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja yang tiap tahun semakin meningkat.


Sementara itu Mas’ud juga menyampaikan dampak Penyalahgunaan Narkoba Termasuk Miras ada dua aspek yaitu aspek fisik seperti Badan sakit-sakitan, Rela jual diri (Prostitusi), tidak ada jaminan sembuh bagi pemakai, menimbulkan ketergantungan – Over Dosis – Mati, dan Mudah tertular HIV / AIDS. Sedangkan aspek Sosial yaitu ancaman bagi keluarganya, ancaman bagi masyarakat lingkungannya, sering melakukan Kriminal, menimbulkan Laka Lantas, dan korupsi / mencuri.


Selanjutnya Walikota menginstruksikan Lurah untuk segera menindaklanjuti yaitu berkoordinasi dengan Satgas anti narkoba sebagai upaya antisipasi terhadap peristiwa semacam ini, dan melaporkan melalui Camat. Ia juga mengungkapkan akan menerbitkan peraturan / perijinan tentang miras di kota Mojokerto. (Rr - Humas)


Minggu, 20 Oktober 2013

PSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang Massa

PSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang Massa



Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) selama 60 menit sampai saat ini masih tetap eksis.  Program yang dilaksanakan minimal 60 menit satu minggu sekali sampai dengan saat ini masih tetap berjalan dan dilaksanakan oleh seluruh warga Kota Mojokerto.  Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kasus Demam Berdarah di Kota Mojokerto mampu diminimalisir hingga nol prosen.  Bermula mungkin orang mengatakan, ini hanya kegiatan seremonial saja.
Kunjungan pucuk pimpinan dan jajaran pejabat Dinas kesehatan dianggap hanya sekedar formalitas.  Namun fakta tidak dapat dipungkiri, karena hasilnya sangat luar biasa.  Bahkan keberhasilan PSN 60 menit di Kota Mojokerto ini menjadi inspirasi daerah lain di Indoenesia untuk mengikutinya. Tidak sedikit Kab/Kota di seluruh Indonesia yang sudah berkunjung dan belajar langsung saat PSN 60 menit digelar di Kelurahan-kelurahan.  
Eksistensi dari program ini memang tidak terlepas dari dukungan dan komitmen semua pihak. Ujung tombak berhasilnya adalah pada kinerja kader motivator kesehatan yang berada ditingkat RT/RW.  Mereka merasa bahwa melakukan  pemantauan jentik minimal satu minggu ini adalah bagian dari tugas pokok, tanpa harus menghitung berapa kontribusi atau jasa yang diterima setiap bulannya.  Akan tetapi ini adalah bagian dari kewajiban sebagai warga masyarakat di Kota Mojokerto.  Pernyataan iklas itu juga sempat diungkapkan oleh para kader setiap kali bertemu Walikota Mojokerto saat kunjungan PSN diwilayahnya.  
Seperti halnya salah satu kader di Kelurahan Jagalan.  Saat PSN dijadwalkan di RW.01 Lingkungan Jagalan Kelurahan Jagalan pada jumat 11/10/13 kemarin.  Uliati kader terbaik di Jagalan ini mengatakan bahwa, dengan PSN hidup seseorang menjadi berubah.  Artinya kebiasaan-kebisaan berperilaku hidup bersih akhirnya menjadi budaya.  Hal ini disampaikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Walikota Abdul Gani yang akan segera mengakhiri jabatannya.  
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Gus Kodri ketua RW.01 lingkungan Jagalan selaku tuan rumah dalam PSN ini.  Mantan aggota dewan ini juga menyampaikan bahwa, sebenarnya program PSN ini diadopsi dari daerah lain di Jakarta, namun daerah tersebut tidak berhasil melaksanakan dengan baik.  Justru di Kota Mojokerto dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi icon pembangunan dibidang kesehatan.  Hal ini tentu sebagai bukti komitmen dari Pemerintah daerah yang telah melaksanakan program tersebut serta mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat.  Demikian juga dengan program Jam Wajib Belajar akan diadopsi oleh Pemerintah Pusat.  Sang ustad yang kediamannya dekat dengan Masjid Anawawi ini juga bilang, sebagai seorang pemimpin mempunyai tugas yang sangat sulit.  Ketika kesulitan itu sudah dapat diatasi, maka masih ada tugas yang lebih sulit lagi, oleh karenanya pada kesempatan tersebut pak RW ini menyampaikan selamat dan sukses kepada pak Gani selaku
Walikota hingga dua periode, dan menyampaikan selamat bertugas kepada penggantinya Bapak Masud Yunus selaku Walikota Terpilih.  
Kesan lain yang disampaikan dalam acara dialog di jagalan Gg. II  itu disampaikan oleh Rahman.  Sesepuh kampong ini menyampaikan ungkapan isi hatinya secara lugas dan unik, karena usianya yang sudah lanjut dan struktur gigi yang tidak sempurna lagi, maka kata-kata yang diucapkan membuat para tamu undangan bisa tertawa.  Rahman yang sangat berpengalaman dan hafal perjalanan sejarah di Kelurahan Jagalan bahkan sejarah Kota Mojokerto dengan segenap pemimpinnya, dapat merasakan akan beberhasilan Pak Gani sebagai Walikota selama dua periode ini.  Kesan yang ditangkap selama kepemimpinan pak Gani banyak membawa barokah dan amanah.   Kalimat bahasa inggris yang artinya selamat jalan Bapak Waikota Abdul Gani dan Selamat datang Bapak Msud Yunus selaku Walikota yang baru  diucapkan mirip-mirip bahasa jepang lantaran artikulasi yang kurang jelas, membuat para tamu undangan “ger-geran” tertawa.  Namun  tokoh yang satu ini luar biasa begitu memiliki semangat dan peduli terhadap lingkungannya.
Kegiatan sremonial yang diawali dengan samutan Lurah Jagalan Sudiono,  mengatakan bahwa para kader di Kelurahan Jagalan mempunyai semangat yang luar biasa.  Sebagai lurah baru dapat merasakan bagaimana  kinerja para kader di ilayah kerjanya ini.  Menurutnya PSN bukan lagi merupakan sebuah program namun sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.   Walikota yang juga didampingi oleh Wawali dan Sekdakot serta jajaran SKPD terkait, Camat dan Lurah se-Kecamatan Magersari.
Walikota  Abdul Gani dalam sambutannya juga menyampaikan kegembirannya sebagai pemipmpin sekaligus sebagai warga Kota Mojokerto.  Saking cintanya terhadap Kota Mojokerto pak Gani berulang kali menyampaikan kepada masyarakat disetiap kali kegiatan bahwa, dirinya dan keluarga akan tetap tinggal di Kota Mojokerto.  Setelah purna tugas nanti pak Gani masih menjadi warga Kota Mojokerto.  Sebagai bukti kecintaan tersebut,  pak Wali sudah menyiapkan rumah masa depan yaitu dengan menghibahkan tanahnya kepada pengurus kematian di lingkungan Gembongsari Kelurahan Balongsari.  Makam yang ada didekat lingkungan Tropodo Kelurahan Meri ini sudah tersedia untuk pak Gani dan Keluarga jika sudah saatnya tiba dipanggil Illahi Rooby.  Saat ini hibah tanah tersebut masih berproses balik nama kepada pengurus kematian lingkungan Gembongsari.  Hal lain yang disampaikan adalah mengenai usulan warga jagalan yang belum terealisasi selama kepemimpinannya yaitu usulan merubah nama Gang.  Untuk merubah nama Gang atau jalan ini harus melalui proses penetapan sidang pleno legislative, oleh karena waktunya belum mencukupi maka ini menjadi tugas dari Walikota terpilih Masud Yunus sebagai penerus tugas dari pak Gani yang belum tuntas.(An, Rr - Humas)

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kamis, 29/08/2013 08:35 WIB Hari ini Kota Mojokerto Gelar Dua Pilkada


Kamis, 29/08/2013 08:35 WIB

Hari ini Kota Mojokerto Gelar Dua Pilkada


Tak hanya Pilgub Jatim, hari ini warga Kota Mojokerto juga melaksanakan Pilwali periode 2013–2018. Pilwali periode ini, diikuti oleh 6 pasangan calon. Baik dari calon perseorangan maupun dari parpol.

Komisioner KPU Kota Mojokerto Bidang Sosialisasi, Miftah Amanu mengatakan, DPT pilwali tahun ini, sebanyak 93.844 suara. Terdiri dari perempuan sebanyak 48.259 suara, dan laki-laki sebanyak 45.585 suara.

"Total suara perempuan yang ada di DPT lebih banyak dari laki-laki. Dan ada 6 pasangan calon yang akan meramaikan pilwali ini," kata Amanu saat dihubungi detikcom, Kamis (29/8/2013).

Para kandidat itu yakni 1, Achmad Rusyad Manfaluti-Risdy Harintoko (Manfaati), didukung PKB. 2, Drajat Stariadji-Yanto (DY), calon perseorangan atau independen. 3, Masud Yunus-Suyitno (MY), didukung PDIP dan merupakan incumbent wakil wali kota aktif.

Selain itu 4, Iwan Sulistyo-Edy Hartono (IEd), independen. 5, Ayub Busono Listyawan-Mulyadi (ABDI), diusung Partai Demokrat. Dan terakhir adalah 6, Hendro Suwono-Warsito (NOTO), yang didukung Partai Golkar.