KIM Suara Kranggan Menuju Masyarakat yang Informatif Maju, Sejahtera dan bermoral

Jumat, 22 September 2017

KOTA MOJOKERTO KEMBALI MENDAPAT PENGHARGAAN DARI MENTRI SOSIAL KHOFIFAH INDAR PARAWANSA

Kota Mojokerto kembali mendapatkan penghargaan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahap dua, Senin (11/9/2017), di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, karena berhasil melakukan verifikasi dan validasi data KPM Rastra (bantuan pangan) non tunai.

Walikota mengatakan terintegrasikannya data kemiskinan sangat penting agar program perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat betul-betul komprehensif dan menyeluruh.

Rabu, 20 September 2017

JEJAK MASA KECIL SANG PROKLAMATOR DI KOTA MOJOKERTO


Jejak sejarah sang Proklamator Indonesia,Soekarno masih berbekas di MojokertoSemasa kecil,Koesno Sosrodiharjo yang kemudian berganti nama menjadi "Soekarno"pernah mengenyam pendidikan di Mojokerto.Meski dikenal cerdas,tapi dia pernah tinggal kelas saat duduk di sekolah dasar.Seperti yang diungkapkan Ayuhanafiq,sejarahwan asal MojokertoPada awalnya Soekarno masuk sekolah dasar di Tulungagung.Tetapi tidak lama kemudian,karena tugas dari bapaknya,Soekemi Sosrodiharjo,sebagai guru diInlandshe Scool yang kini menjadi SDN Purwotengah Inlandshe Scool juga biasa dikenal pula dengan Sekolah Ongko Loro.Sebutan itu mengacu pada peruntukannya yang manampung anak-anak pribumi warga kelas dua "Soekarno akhirnya masuk menjadi siswa sekolah pribumi ini "ulasnya.Di sekolah yang memakai bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar itu Soekemi berkedudukan selaku mantri guru,Jabatan setara dengan kepala sekolah yang tidak boleh didudukinya.Pasalnya hanya orang berkebangsaan Belanda atau Eropa yang bisa menjadi kepala sekolah.Pak Yuhan menjelaskan Soerkarno merasakan pergaulan yang menyenangkan bersama kawan- kawan sesama pribumi.Namun pemikiran orang tuanya yang menginginkan Soekarno bisa melanjutkan ke sekolah lebih tinggi lagi menyebabkan dia pindah ke sekolah Eropa di Mojokerto.Dia menjabarkan,pada masa itu memang ada beberapa jenis sekolah sesuai dengan segmen siswa.ada sekolah Tionghoa,madrasah untuk pribumi muslim dan juga terdapat sekolah untuk keturunan Eropa yang dinamakan Europesche Lerge Scool(ELS)atau yang sekarang menjadi SMP Negeri 2

Selasa, 19 September 2017

LOMBA YEL-YEL DAN BUSANA TERUNIK PESTA GIZI DAN BAKAR SATE

Dandanan  cantik dan menarik itu hal yang biasa, seseorang yang biasa saja kalau dimake over bisa berubah penampilannya menjadi luar biasa.  Lantaran dapat sentuhan-sentuhan make up yang dapat menyatu dengan wajahnya.  Namun yang satu ini bebeda, para perempuan cantik Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskoumikaner) Kota Mojokerto ini berdandan menjadi sosok wanita tua.  Dengan rambut putih yang terbuah dari tali rafia, jalan terseok-seok, gigipun sudah berlubang karena ditempel isolasi.  Ternyata dibalik itu menjadi daya tarik tersendiri oleh dewan  juri lomba bakar sate dan pesta gizi. Bukan hanya para juri yang sangat antusias memberi perhatian setiap gerak dan langkahnya, para penonton dan peserta lainpun merasa terhibur.  Suara sorak surau dan aplous tak henti-hentinya saat mereka tampil yel-yel dengan penuh ceria


Dra. Salbiah, M.Si Sekretaris Diskouminaker paska menerima penghargaan tersebut, saat dikonfirmasi mengatakan, ide cemerlang ini dimunculkan oleh mbak Menis salah satu dari mereka yang tampil. Kemudian dikolaborasi sedemikian rupa dengan kerja tim yang kompak sehingga menghasilkan karya yang luar biasa.  “siapa sangka penampilan nenek tua juga dapat meraih juara” katanya.  Namun dibalik itu misi yang dibawa oleh 4 (empat) PNS hampir separoh baya ini yaitu Menis, Aris, Elly dan Rezy meghasilkan karya yang penuh makna.  Selaku orang kedua pada Diskouminaker Isteri Camat Magrsari ini menyampaikan terima kasih kepada para tim yang sudah mewakili institusinya dan meraih juara. 

Senin, 18 September 2017

PEKAN KIM JAWA TIMUR DI PASURUAN “ Revitalissi KIM sebagai media Jurnalisme warga Menuju Masyarakat yang Informatif ”


Arus informasi  yang global saat ini tejadi tidak mengenal batas wilayah negara.  Sehingga masyarakat dengan mudah cepat dapat mengakses infomasi apapun baik yang dibutuhkan ataupun yang tidak dibutuhkan. Informasi sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari terutama bagi masyarakat di perkotaan.  Namun belum semua masyarakat dapat menikmati informasi yang dibutuhkan setiap setiap saat. Keterbatasan insfrastruktur dan masih minimnya penguasaan teknologi informasi menjadi kendala utama.  Terutama bagi masyarakat yang hidup didaerah  pedesaan.  Disinilah peran Kelompok Informasi masyarakat  sebagai agen informasi yang berbasis teknologi informasi dapat berperan aktif memberdayakan masyarakat baik dibidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan lain-lain.  Sehingga masyarakat menjadi cerdas dalam memilih dan memilah infomasi yang dibutuhkan.  Hal itu disampaikan oleh Ir. Eddy Santoso, MM Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur saat menyampaikan laporan kegiatan

Senin, 11 September 2017

Kota Mojokerto,Kota Berwarna Dan Unik Muncul Kampung Sayur Dan Kampung Warna-warni Dan Libatkan Peran Swasta.

Pelibatan peran serta masyarakat dalam mewujudkan daerah yang berwawasan lingkungan sangat diperlukan,seperti halnya di Kota Mojokerto peran masyarakat mewujudkan kawasan kota yang berwarna dan memiliki keunikan tersendiri terus didukung.Hal demikian ditunjukkan sejumlah lingkungan di Kota Mojokerto,contohnya di kawasan Perwotengah,Kecamatan Magersari yang masyarakatnya aktif dan peduli terhadap lingkungan.Itu ditunjukkan dengan konsep mewarnai kampung dan membangun kampung sayur di tenah perkotaan.Kabid Penataan dan Pentaatan Dinas Lingkungan Hidup Lucky hariyanti melalui