Rabu, 31 Desember 2014
Tiga Warga Kota Mojokerto, Ikut Jadi Korban Air Asia
Selain 3 orang yang terhitung satu keluarga, juga ada naam Andrian Ferdiando yang merupakan keponakan Lia Sari. Andrian juga dipastikan ikut jadi korban, karena masuk rombongan keluarga yang akan menikmati liburan tahun baru di singapura.
Informasi ini disampaikan oleh Lely Lestawati dan Ranu Wijaya yang merupakan orang tua Mulya Hadi. Keduanya juga sempat mengantarkan rombongan kecil ini ke bandara Juanda. "Kita antar mereka kemarin pagi, naik mobil ke Bandara Juanda. Ada empat orang, anak, menantu, cucu dan keponakan menantu saya," ungkapnya.
Sementara Lely sendiri mengetahui kabar hilangnya Air Asia QZ 8501 dari tayangan di televise. "Tahu dari TV, ada nama mereka dan kebutulan kita sendiri mengantar mereka ke Bandara Juanda. Mereka naik pesawat Air Asia ke Singapura untuk liburan akhir tahun selama satu minggu, sampai tanggal 2 Januari 2015 mendatang. Kemarin kita sudah ke Bandara Juanda tapi kita diminta untuk menunggu," kata Leli lagi.
”Yah, kita berharap semoga cepatketemu dan pemerintah serius untuk mencari keberadaan pesawat Air Asia," harap Lely
Angin Kencang dan petir masih perlu diwaspadai
Angin Kencang dan petir masih perlu diwaspadai
Potensi angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi pada awal musim penghujan ini. Karena bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Ini dikatakan, Tanto Suhariyadi - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto kepada Budi Prasetyo –
Menurut Tanto, sekarang ini petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai. Sebab perkiraan dari BMKG, kecepatan angin bisa lebih dari 35 Km/jam”, katanya.
Semua wilayah tetap diwaspadai. Termasuk masyarakat juga tetap dihimbau selalu waspada. Dan tidak hanya petir dan angin kencang. “Termasuk warga yang tinggal di wilayah rawan juga diminta selalu waspada”, ucapnya.
Potensi angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi pada awal musim penghujan ini. Karena bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.
Ini dikatakan, Tanto Suhariyadi - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto kepada Budi Prasetyo –
Menurut Tanto, sekarang ini petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai. Sebab perkiraan dari BMKG, kecepatan angin bisa lebih dari 35 Km/jam”, katanya.
Semua wilayah tetap diwaspadai. Termasuk masyarakat juga tetap dihimbau selalu waspada. Dan tidak hanya petir dan angin kencang. “Termasuk warga yang tinggal di wilayah rawan juga diminta selalu waspada”, ucapnya.
Senin, 29 Desember 2014
Pengusaha Terompet Beromset Puluhan Juta Saat Tahun Baru
Menjelang tahun baru 2015, pengusaha terompet di Mojokerto kebanjiran rejeki. Tak tanggung-tanggung omsetnya diperkirakan mancapai Rp 22 juta lebih di momen perayaan pergantian tahun nanti.
Sukarman – salah satu produsen terompet di pasar Kranggan Prajurit Kulon kepada Bagus Muslihin – mengatakan, jumlah pesanan naik 200 persen dibandingkan hari biasa.
”Rata-rata saya menerima pesanan sebanyak 6000 terompet perbulan. Ini terhitung sejak bulan November sampai sekarang ini berhasil menjual 18 ribu lebih terompet”, kata Sukarman saat ditanya wartawan.
Bahkan khusus perayaan tahun baru, pihanya bisa memroduksi 3 model terompet,. Mulai model klasik atau Gonjer, model kepala naga hingga kupu-kupu.
”Untuk model Gonjer dijual Rp 1.200 per biji. Sedangkan model kepala naga dan kupu-kupu ukuran kecil seharga Rp 5 ribu per biji”, ucapnya
Do’a Untuk Riyanto Saaat Natal Tiba
Setiap Natal, umat Kristiani di Kota Mojokerto selalu mendoakan Riyanto - anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) yang tewas terkena bom natal tahun 2000 silam.
Rudi Sanusi Wijaya - pendeta gereja Eben Haezer mengatakan, setiap perayaan Natal selalu memperingati dan mendoakan Almarhum Riyanto dalam pertemuan Bamag (Badan Musyawarah Antar Gereja).
“Tidak hanya jemaat gereja Eben Haezer yang mendoakan, tapi seluruh umat Kristiani khususnya di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Lebih jauh Rudi mengatakan, umat muslim maupun kristani patut belajar dari jiwa toleransi dan pengorbanan Riyanto. “Meski dia muslim, tapi rela mati demi menyelamatkan orang lain yang berbeda agama,” jelasnya.
Sementara, Sukarmin - Ayah Riyanto mengaku bangga atas pengorbanan anak sulungnya dari tujuh bersaudara itu. Ia mengaku ikhlas dan selalu mendoakan, semoga amalnya diterima Tuhan yang maha esa.
JAS Batal Sweeping Pertokoan Saat Natal.
Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) ternyata batal melakukan sweeping karyawan toko muslim yang memakai atribut Natal di Kota Mojokerto. Sebab, sampai hari ini, tak terlihat ada pergerakan dari kelompok pecahan Jamaah Ansharut Tauhid pimpinan Abu Bakar Ba'asyir ini.
” Sejak 22 Desember Sampai hari, ini belum ada giat sweeping karyawan toko oleh anggota JAS Mojokerto. Tapi polisi akan tetap melakukan penjagaan di pusat perbelanjaan, mall dan pertokoan. Selain itu, antisipasi pergerakan JAS juga dilakukan dengan cara patroli keliling,” jelas AKBP Wiji Suwartini Kapolreta Mojokerto.
Seperti dikabarkan sebelumnyam12 anggota JAS sempat digiring ke Mapolres Mojokerto Kota saat akan membagikan selebaran tolak perayaan Natal bagi warga muslim di Jalan Empunala beberapa waktu lalu. Pihak kepolisian meminta agar anggota JAS Mojokerto ini tidak membagikan langsung selebaran tersebut ke masyarakat karena bisa memicu gesekan antar umat beragama. Meski demikian, Ahmad Fatih juru bcara JAS mengaku tetap akan menyisir pertokoan mulai tanggal 22 hingga 25 Desember.
Empat Tugu Senilai Rp 1.5 Miliar Dibangun di Perbatasan
Rencana Pemkot Mojokerto membangun empat tugu akan dibangun di empat titik, yakni batas wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto di Jalan Majapahit-RA Basuni, Jalan Pahlawan-Jayanegara, pintu masuk Gajahmada, dan Jalan By Pass, tepatnya di depan pabrik textil Mermaid.
Pendirian tugu menurut Kabag Humas Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Jum'at (26/12/2014), juga merupakan titik awal Pemkot memanjakan masyarakat kota Mojokerto. Untuk memperindah dan mempercantik kota.
Sebelumnya, Pembangunan tugu juga bagian dari pola pembangunan terpadu yang diusung Walikota Mas’ud Yunus. Diantaranya pembangunan jalan protokol jalan Gajahmada dan jalan Pahlawan. Hampir seluruh SKPD yang memiliki program pembangunan, ditujukan di sepanjang jalan itu. Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dishub Kominfo, serta dinas-dinas yang lain.
Unit-unit kerja ini akan membangun secara serentak mulai dari pembangunan trotoar, irigasi, dan perbaikan rambu-rambu lalu lintas.
Pemkot Mojokerto Bangun Empat Tugu Senilai Rp 1, 5 Miliar
Hartono Kepala DKP, melalui Kabag Humas Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, anggaran miliaran rupiah itu termasuk untuk biaya lomba desain. “Untuk desain tugu yang semuanya bernuansa Mojopahit rencananya dilombakan. Jadi masyarakat dilibatkan secara langsung,” katanya, Jum'at (26/12/2014).
Semakin banyak peserta lomba, kata Dodik, akan semakin banyak masukan. Ini juga yang diinginkan walikota. Mas’ud Yunus berkeinginan untuk membangun tugu dengan nuansa Majapahitan. Sementara pembangunan tugu itu merupakan salah satu upaya Pemkot mempercantik wajah Kota Mojokerto.
Langganan:
Postingan (Atom)


